Depan Profil SEJARAH SINGKAT DESA CIBEUREUM

SEJARAH SINGKAT DESA CIBEUREUM

  1. Sejarah Desa Cibeureum

RIWAYAT SINGKAT

SEJARAH BERDIRINYA DESA CIBEUREUM

Kurang lebih pada tahun 1050 Desa Cibeureum sudah merupakan sebuah kampung yang termasuk wilayah administrasi Desa Tarikolot, dan Cibeureum sendiri pada waktu itu bernama Kampung Tambagserang. Yang menjadi pucuk Pemerintahan di Tarikolot pada tahun tersebut dipimpin oleh Kuwu/Kepala Desa yang bernama Buyut Kancing

Desa Tarikolot membawahi beberapa buah kampung antara lain :

  1. Kampung Sumurbandung yang dipimpin sesepuh bernama  Buyut Mangkudin
  2. Kampung Tambagserang yang dipimpin sesepuh bernama  Buyut Surabraja
  3. Kampung Cibangkawang yang dipimpin sesepuh bernama  Buyut Joyo
  4. Kampung Cirarang yang dipimpin oleh sesepuh bernama  Buyut Kalam Jaya

Suatu saat + tahun 1055 Kuwu/Kepala Desa Tarikolot berkenan mengadakan musyawarah dengan para sesepuh / Kepala Kampung. Adapun agenda yang dibahas pada musyawarah tersebut  antara lain :

  1. Kuwu tarikolot merasa sudah lanjut usia dan beliau bermaksud meletakan Jabatannya
  2. Dilihat dari segi potensi ternyata kampung Tambagserang mempunyai potensi yang lebih baik untuk perluasan pemukiman sehingga Kuwu /Kepala Desa TArikolot ( Buyut Kancing ) mempunyai inisiatif untuk memindahkan pusat pemerintahan yang semula di Tarikolot akan dialihakn ke Kampung Tambagserang dengan pertimbangan bahwa :
  1. Kampung Tambagserang letaknya sangat strategis berada ditengah-tengah kampung-kampung yang ada dan letaknya berdekatan dengan desa lain disekitarnya.
  2. Kampung Tambagserang dilintasi jalan besar yang menghubungkan antara Luragung dan Cibingbin sehinga dimgkinkan arus Transfortasi lebih efesien dan lancar.

Musyawarah berjalan lancar dan setelah mengalami perdebatan dan pertimbangan pertimbangan yang cukup maka musyawarah menghasilkan beberapa keputusan antara lain :

  1. Pusat Pemerintahan yang semula di Tarikolot sepakat dialihkan ke Kampung Tambagserang
  2. Status Desa Tarikolot secara otomatis berubah menjadi sebuah Kampung dan masuk dalam wilayah Administrasi Desa yang baru yaitu Desa Tambagserang dan yang menjadi sesepuh di Kampung Tarikolot ditunjuklah Buyut Raksapati
  3. Segera membentuk Pemerintahan Desa yang baru di Tambagserang sehubungan Kuwu / Kepala Desa Tarikolot yang lama tidak bermaksud memangku Jabatan lagi karena merasa beliau sudah lanjut usia.

Selang beberapa bulan setelah musyawarah Kuwu/Kepala Desa Tarikolot yang lama resmi meletakan jabatannya dan Kepala Pemerintahan di Desa Tambagserang pada waktu itu masih kosong.

Maka pada tahun 1060 segeralah masyarakat Desa Tambagserang mengadakan Pemilihan Kepala Desa yang baru, dan Akhirnya seseorang yang bernama SURABRAJA ( Kepala Kampung Tambagserang ) terpilih menjadi Kuwu/Kepala Desa Tambagserang yang pertama. Desa Tambagserang membawahi kampung-kampung antara lain : Kampung Sumurbandung, Kampung Cibangkawang, Kampung Cirarang dan Kampung Tarikolot.

Seiring dengan perkembangan jaman masyarakat yang berdomisili di Sumurbandung dikarenakan masyarakatnya sedikit mereka pindah ke Pusat Pemerintahan Desa Tambagserang. Dengan sendirinya secara otomaris Kampung Sumurbandung tidak berpenduduk lagi. Sehingga dijadikan lahan persawahan dan perkebunan yang lokasinya sekarang berada di sebelah timur Desa Cibeureum.

Sehingga dengan demikian Desa Tambagserang tinggal membawahi tiga buah kampung yaitu :

  1. Kampung Tarikolot
  2. Kampung Cibangkawang
  3. Kampung Cirarang

Selanjutnya pada saat kepemipinan Kuwu /Kepala Desa Surabraja pada tahun itu juga dan atas persetujuan semua unsur masyarakat dan para kepala kampung Desa Tambagserang diganti nama dengan sebutan DESA CIBEUREUM.

Waktu demi waktu terus bergulir secara pasti dan Kepala Desa pun sudah beberapa kali ada pergantian kekuasaan dan seiring dengan perkembangan jaman dan penduduk semakin banyak maka wilayah Adminsitrasi Desa Cibeureum dibagi menjadi tujuh buah kampung/ blok  yaitu :

  1. Kampung cirarang diganti dengan sebutan blok Senen
  2. Kampung Tarikolot diganti dengan sebutan blok Kemis
  3. Kampung Cibangkawang diganti dengan sebutan blok saptu
  4. Cibeureum sendiri dibagi empat wilayah yaitu:
  1. Blok Salasa
  2. Blok Rebo
  3. Blok Jamahat
  4. Blok Ahad

Seiring waktu berjalan penduduk semakin padat sehingga Pemerintahan desa Cibeureum diperkirakan tidak akan bisa mengayomi masyarakatnya, maka pada tahun 1982 dibawah kepemimpinan Kuwu/Kepala Desa E SUYATNO dengan ijin dari Pemerintah Kabupaten Desa Cibeureum dibagi menjadi 4 Desa otonomi yaitu :

  1. Desa Cibeureum membawahi 4 Dusun/blok yaitu Blok Rebo, Blok salasa, Blok Jamahat dan Blok Ahad
  2. Desa Tarikolot
  3. Dusun Cirarang yang berubah nama menjadi Desa Sukadana
  4. Dusun Cibangkawang yang berubah nama menjadi Desa Randusari

Adapun yang menjadi Kepala Pemerintahan/ kuwu sementara sebelum ada Kuwu/Kepala Desa depinitif maka ditunjuklah :

  1. Bpk Kantadi sebagai Pejabat sementara Kepala Desa Sukadana
  2. Bpk. Suminta sebagai Pejabat Kepala Desa Randusari
  3. Bpk Jayadirja sebagai Kepala Desa Tarikolot

Ketiga orang tersebut adalah aparatur Pemerintah Desa Cibeureum.

Dari Hasil rumusan maka pada tahun 1983 diadakanlah Pemilihan Kepala Desa di tiga Desa tersebut diatas, berdasarkan hasil Pemilihan maka terpilihlah :

  1. Bpk K WISASTRA sebagai Kepala Desa yang pertama di Tarikolot
  2. Bpk T.SUYADI sebagai kepala Desa Sukadana
  3. Bpk. SUNARYO sebagai Kepala Desa Randusari

Maka sejak tahun 1982 Desa Cibeureum membawahi 4 buah dusun yaitu :

  1. Yang semula Blok Jamahat dirubah namanya menjadi Dusun I
  2. Yang semula Blok Ahad dirubah namanya jadi Dusun II
  3. Yang semula Blok Rebo dirubah namanya jadi Dusun III
  4. Yang semula Blok salasa dirubah namanya jadi Dusun IV

Sejak berdirinya Desa Cibeureum sampai dengan sekarang tahun 2011 yang menjadi Kepala Pemerintahan/ Kuwu di Desa Cibeureum adalah sebagai berikut :

No

Nama

Masa Jabatan

( Tahun)

 

No

Nama

Masa Jabatan

( Tahun)

1

Surabraja

 

 

10

Asmadiwangsa

Hanya 8 bulan

2

Anggadiwangsa

 

 

11

Sastra Wijaya

30 tahun

3

Prayalaksana

 

 

12

Partadisastra

8 tahun

4

Kalimudin

 

 

13

Sastra Perwata

15 tahun

5

Nayadipa

 

 

14

E.Suyatno

20 tahun

6

Jayadiwangsa

 

 

15

Tarwin

10 tahun

7

Raksadiwana

 

 

16

Wasrim

1998 s/d 2006

8

Anggadiraksa

 

 

17

Oo Sahri, BA

2007 s/d 2013

9

Jaya Laksana

……s/d 1914

 

18

Suratno, B.Sc

2013 s/d sekarang

 

CATATAN

Berdasarkan cerita yang penulis dengar dari Narasumber yang ada pergantian nama dari Tambagserang menjadi Cibeureum tersebut untuk mengenang/mengingat kembali sebuah peristiwa meninggalnya seorang anak kecil yang sedang tidur nyenyak akibat dihisap darahnya oleh seekor lintah Raksasa sebesar gulungan tikar pandan

 

Kemudian lintah tersebut ditusuk oleh ayah sianak dengan menggunakan bambu ampel Kuning ( Awi Ampel Koneng ) sehingga mati dan darahnya mengalir ke Sungai Cikaro sehingga air sungai tersebut menjadi merah ( Beureum ) maka sejak saat itu ( Kepemimpinan Kuwu SURA BRAJA ) dijadikan patokan sebagai berdirinya Desa Cibeureum. 

 

           Demikian riwayat singkat Desa Cibeureum yang diketahui Penulis berdasarkan cerita dan keterangan dari orang-orang yang sudah tua di desa.

 

 

 

  1. Kondisi umun Desa Cibeureum
  1. Keadaan Fisik/Geografis
  1. Batas Wilayah Administrasi

No

Batas Wilayah

Desa/Kecamatan

1.

Sebelah Utara

Tarikolot & Sukadana/ Cibeureum

2.

Sebelah Timur

Sukamaju/Cibingbin

3.

Sebelah Selatan

Sumurwiru/Cibeureum

4.

Sebelah Barat

Randusari/Cibeureum

 

  1. Luas wilayah menurut penggunaan

No

Uraian

Jumlah ( ha )

1.

Luas wilayah

819.646

2.

Tanah sawah

243

3.

Tanah Pekarangan

39.5

4.

Tanah Tegalan/Ladang

107

5.

Lain-lain

49.74

 

  1. Keadaan Topografi Desa

Secara umum Desa Cibeureum merupakan daerah Dataran rendah dan perbukitan dengan ketinggian sekitar 175 m diatas permukaan laut.

 

  1. Iklim

 

Iklim Desa Cibeureum sebagaimana desa-desa lain di Kecamatan Cibeureum dan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Hal tersebut mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa Cibeureum Kec.Cibeureum Kabupaten Kuningan.

 

 

  1. Keadaan Sosial Ekonomi Penduduk
  1. Jumlah Jiwa

 

No

Umur

L

P

L+P

 

No

Umur

L

P

L+P

1

0-4

207

160

367

 

 

35-39

181

182

363

 

5-9

158

175

333

 

 

40-44

169

177

346

 

10-14

169

163

332

 

 

45-49

156

169

325

 

15-19

175

197

372

 

 

50-54

132

146

278

 

20-24

220

227

447

 

 

55-59

109

135

244

 

25-29

201

201

402

 

 

60-64

103

125

228

 

30-34

180

187

367

 

 

65-69

177

171

248

 

 

 

 

 

 

 

70 ke atas

116

115

231

 

 

 

 

 

Jumlah

2453

2531

4984

 

 

 

Desa Cibeureum mempunyai penduduk yang :

  • Usia Produktif ( 15-55 tahun )............................... 2.900  orang
  • Usia Non Produktif (56 tahun keatas)................... 1.051  orang
  1. Jumlah KK

No

Jumlah KK

Jml Total

Dusun I

Dusun II

Dusun III

Dusun IV

L

P

L

P

L

P

L

P

 

266

62

374

77

363

72

319

48

1322

259

 

  1. Jumlah Penduduk berdasarkan pendidikan

No

Tingkat Pendidikan

Jumlah

1

Belum Sekolah

484

 

Tidak tamat SD

71

 

Tamat SD

3120

 

Tamat SLTP

600

 

Tamat SLTA

430

 

Tamat D1-D3

104

 

Tamat S1-S3

46

  1. Mata Pencaharian

No

Mata Pencaharian

Jumlah

 

Petani

908

 

Buruh Tani

1302

 

Pegawai Negeri Sipil

77

 

Industru Rumah Tangga

4

 

Pedagang Keliling

47

 

Montir

5

 

Bidan

3

 

Perawat

2

 

Pembantu Rumah Tangga

23

 

TNI

4

 

Polri

3

 

Pensiunan

35

 

Pengusaha Kecil

15

 

Semiman/Artis

43

 

Karyawan swasta

215

 

 

 

 

  1. Sarana Prasarana

IV.1. Sektor Perumahan Penduduk

IV.1.1. Rumah permanen                                                       :   414

IV.1.2. Rumah permanen dinding bata belum di Ploor                   :   102

IV.1.3. Rumah semi permanen lantai keramik / Ploor                    :   754

IV.1.4. Rumah semi permanen lantai tanah                                 :      -

IV.1.5. Rumah rangka kayu lantai ploor                                     :     17

IV.1.6. Rumah rangka kayu lantai tanah                                     :     13

 

Jumlah                                                                               :  1300

 

 

IV.2. Sektor Pemukinan/ Prasarana Perumahan

 

No

Uraian

Jumlah

1

Luas wilayah

819.646

2

Luas daerah Pemukiman

39.5

3

Jalan Lingkungan/Jalan Desa ( lebar 1,50-3 M )

 

 

Yang terbangun

  • Kondisi baik
  • Kondisi  sedang
  • Kondisi rusak

 

8 Km

4.7 Km

1,9 Km

1,4 Km

4

Jalan setapak/Gang ( lebar 1-1,5 M )

 

 

Yang terbangun

  • Kondisi baik
  • Kondisi  sedang
  • Kondisi rusak

 

3 Km

1.2 Km

1.3 Km

0.5 Km

 

 

5

Saluran Drainase ( SPAL / SPAH )

 

 

Yang terbangun

  • Kondisi baik
  • Kondisi  sedang
  • Kondisi rusak

 

1.171 m

171 m

800 m

200 m

6

Jamban Keluarga

1012

7

MCK umum

-

8

Kakus / WC Cemplung

-

9

Sumur bor dangkal / pantek

-

10

Sumur gali

800

11

Jaringan Air bersih

  • PDAM
  • Bantuan Pemerintah
  • Swadaya

 

 

 

55

12

Tempat pembuangan sampah sementara ( TPSS )

-

13

Tempat pembuangan sampah akhir

-

14

Luas areal pemukiman kumuh

-

15

Luas areal rawan bencana

-

 

  1. Kriteria Pemukiman Kumuh
  • Kepadatan penduduk
  • Kepadatan bangunan
  • Kualitas bangunan sangat rendah
  • Prasarana dan sarana lingkungan tidak layak huni
  • Rata – rata KK  3-5 KK perumah

 

  1. Sektor Sarana /Prasarana lain

 

No

Jenis Sarana / Prasarana

Jumlah

1

Sarana Pendidikan

  1. Bangunan TK/PAUD/RA
  2. Bangunan SD/MI
  3. Bangunan SMP sederajat
  4. Bangunan SMA/ sederajat
  5. Bangunan perguruan tinggi
  6. Bangunan Pondok Pesantren

 

 

1

2

1

-

-

1

 

2.

Sarana Ibadah

  1. Bangunan Masjid
  2. Bangunan Mushola
  3. Bangunan Gereja

 

1

14

-

3

Pasilitas Ekonomi

  1. Pertokoan Modern
  2. Toko/Warung
  3. Pasar
  4. Koprasi
  5. Badan usaha milik desa ( BUMDes )
  6. LKM Gapoktan

 

1

72

-

1

1

1

4

Sarana Kesehatan

  1. Puskesmas
  2. Poskesdes
  3. Posyandu

 

1

1

8

5

Sarana Olah Raga

  1. Lapang sepak bola
  2. Lapang Vollyball
  3. Lapang tenis meja
  4. Lapang basket
  5. Lapang Bulu tangkis

 

 

1

2

-

-

-

 

 

6

Sarana Sosial

 

-

7

Sarana Rekreasi

 

-